Proyek Bongkar Bongkaran ini mengusung sebuah visi yaitu “Menjadikan Wilayah Bongkaran sebagai Kawasan Industri Kerajinan Berbahan Baku Sampah dan Berbasis Teknologi”. Hasil akhir dari proyek ini adalah terbentuknya sentra industri kerajinan tangan berbahan baku sampah yang memanfaatkan teknologi dalam proses produksi. Garis besar solusi yang kami ajukan diantaranya adalah:
· Memberi pelatihan di bidang elektroteknik sesuai kebutuhan masyarakat Bongkaran.
· Membenahi sistem marketing dan struktur industri kerajinan di Bongkaran.
· Memberdayakan koperasi masyarakat Bongkaran sesuai dengan fungsinya.
· Mengarahkan masyarakat Bongkaran dalam membangun usaha mandiri.
Pelaksanaan kegiatan dimulai pada bulan November 2009 dan diakhiri pada bulan Februari 2010.
Di lapangan, kami bergerak dalam tiga divisi utama, yaitu Divisi Keterampilan dan Produksi, Divisi Marketing, dan Divisi Community Development.
1. Divisi Keterampilan dan Produksi
Divisi ini bertugas untuk memberikan pelatihan komputer kepada masyarakat meliputi perangkat keras, perangkat lunak, dan koneksi serta memajukan usaha kerajinan tangan berbahan baku sampah di Gang Bongkaran. Dalam melaksanakan tugas tersebut, divisi ini dibagi menjadi dua subdivisi, yaitu Subdivisi Keterampilan dan Subdivisi Produksi.
1.1 Subdivisi Keterampilan
Program yang akan dilaksanakan oleh subdivisi ini meliputi:
- Survey minat warga terhadap keterampilan yang mereka inginkan, jumlah warga yang berminat mengikuti pelatihan, tempat dan jadwal pelatihan, serta kemampuan komputer warga.
- Training for Trainers : Anggota divisi keterampilan dibagi menjadi tiga bidang keahlian yaitu perangkat keras, perangkat lunak, dan koneksi. Masing-masing bidang akan mencari mentor untuk berbagi ilmu tentang materi yang akan disampaikan.
- Pelatihan masyarakat.
- Ujian kompetensi meliputi ujian merakit komputer, meng-install perangkat lunak pada komputer, dan mengoneksikan tiga buah komputer.
- Pemberian pengetahuan tentang link untuk pembelian komponen murah.
Silabus pelatihan yang diadakan oleh Subdivisi Keterampilan disertakan pada lampiran.
1.2 Subdivisi Produksi
Program yang akan dilaksanakan oleh subdivisi ini meliputi:
- Pengembangan produk (bekerja sama dengan divisi marketing untuk survey pasar, merumuskan ide bersama masyarakat dengan metode musyawarah, uji coba produk dengan pembuatan produk sampel, kuesioner produk, evaluasi. Jika produk sesuai, proses produksi akan dilanjutkan).
- Pengoptimalan produk (melakukan survey penjualan produk di pasar bekerja sama dengan divisi marketing, merumuskan rencana pengoptimalan produk bersama masyarakat, menyediakan bahan baku, membagi tugas kerja sesuai alur produksi, meningkatkan kualitas produk)
2. Divisi Marketing
Divisi ini bertugas untuk membantu warga dalam memasarkan produk. Program yang dilakukan oleh divisi ini adalah sebagai berikut.
- Pelatihan personil tim marketing dan mempelajari berbagai strategi marketing.
- Riset produk yang sudah menjadi produksi di Gang Bongkaran dan membuat promosi bagi barang-barang tersebut.
- Survey pasar.
- Penjualan produk.
- Pemantauan pasar dengan mensurvey dan membuat rekapitulasi penjualan produk sementara.
- Memberikan feedback pada subdivisi produksi mengenai permintaan pasar.
- Menyusun strategi pemasaran berikutnya dan melakukan survey pasar untuk produk-produk baru yang telah dikembangkan oleh subdivisi produksi.
3. Divisi Community Development
Divisi ini menangani segala hal yang berhubungan dengan masyarakat dan masalah-masalah sosial di masyarakat Gang Bongkaran. Program yang dilakukan oleh divisi ini adalah sebagai berikut.
- Survey lapangan (memetakan kondisi masyarakat sedetil mungkin sehingga dapat menemukan potensi yang dimiliki masyarakat Bongkaran untuk dikembangkan).
- Training for trainers.
- Pelatihan untuk masyarakat.
- Pendampingan masyarakat (tindak lanjut dari kegiatan survey yang sebelumnya dilakukan. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang kontinu dan tergantung kepada kebutuhan. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang lebih sadar akan potensinya dan memiliki motivasi lebih untuk berkembang. Tujuan akhirnya adalah masyarakat bongkaran yang lebih mandiri).